Wednesday, June 23, 2004

Waktu Yang Sangat Singkat

Aku kumpulkan semua cerita-cerita yang telah terjadi 2 tahun lalu, yang membuat aku sangat bahagia dan sedih. Sampai disini alunan lagu yang telah kita buat bersama, nada dan lirik terputus dipertengahan lagu yang membuat nafas dan jiwa kita sirna. Dulu aku sangat percaya bahwa jiwa seorang manusia itu dapat menyatu, tapi memang waktu yang menentukan kapan nafas dan detak jantung kita akan berakhir.

Saturday, June 19, 2004

Jiwa Telah Kehilangan Fisiknya.

Tak satupun yang merasuk dalam diriku itu ada. perasaan yang kosong, sepi, kemarahan dan sesal yang akan kutanggung sendiri. Aku tidak membutuhkannya, itu yang selalu aku ingat dan berusaha untuk tidak peduli lagi. Kenyataan dan ilusi yang aku buat ternyata tidak sama, duri yang pernah tertancap tidak pernah bisa kucabut. KESAL, MARAH dan BENCI terhadap apa yang telah terjadi. Aku tidak mau termakan dengan pikiran-pikiran yang membuat diriku merasa ingin muntah, aku berusaha untuk melawan arah tapi angin badai yang diselimuti oleh debu dan pasir selalu dapat membuat mataku tertutup sehinga aku selalu balik dan kehilangan arah.

Saturday, June 12, 2004

Laut Mempunyai Perasaan Yang Luas.

Telah kubuang semua impianku, telah kuhancurkan semua khyalanku, keinginnanku. Telah kumasukan dan kukunci disebuah koper usang, jelek, berdebu dan kukunci dengan gembok yang berkarat. Kubuang semuanya kedalam lautan yang luas, terombang-ambing di terjang ombak yang tidak jelas arah, seakan memancarkan sebuah perasaan yang sakit. Aku melihat koper itu pergi jauh dariku, dan aku mengiringinya dengan menangis dan tersenyum.
aku menangis karna tidak dapat mempertahankan isi koper itu, ku tersenyum karna dari kejauhan kumelihat koper itu telah diselamatkan seseorang dan berusaha untuk merawatnya dengan baik.
Aku membisu, hidupku hanya dipenuhi dengan harapan-harapan, dan harapan itu bahwa salah satu isi koper itu masih ingin menjadi bagian hidupku.

Sunday, June 06, 2004

Hidup Di Sebuah Kenyataan / Mimpi.

Putih : Tidak bernyawa

Hitam : Tidak punya perasaan

Merah : Emosi

abu2 : Meragukan

Biru : Harapan

Kuning : Pancaran

Coklat : Kebahagiaan

Hijau : Kesengsaraan

Bila warna ini menjadi satu dalam sebuah mimpi, sudah pasti bahwa mimpi itu indah.
Bila warna ini menjadi satu dalam sebuah kehidupan nyata, sudah pasti bahwa kehidupan itu mimpi buruk yang selalu akan kita hadapi dengan terpaksa.

Thursday, June 03, 2004

Ironi

Ironis bahwa makhluk hidup diciptakan dengan mempunyai pasangan. Ironis bahwa jodoh itu tidak datang dengan sendirinya. Ironis bahwa jodoh itu sendiri terkadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Sangat nyata bahwa itulah kehidupan, yang terkadang tidak seperti yang kita harapkan akan terjadi dengan baik. Mimpi bila kenyataan itu diharapkan berjalan dengan baik, dan tidak nyata jika mimpi dan kenyataan dapat dijadikan satu.